SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
“KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DAN HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BISNIS
DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI”
Nama :
Sulastri
NPM :
14320047
Program Studi : Akuntansi S-1 (Sore)
Semester : V
Fakultas : Ekonomi
Ruang :
213
UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA
Jl. Letjen TB. Simatupang No. 125 Tanjung Barat – Jakarta Selatan
12530
Telp. (021) 789 0965/782 9919/7883 1838 Fax. (021) 789 0966
KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DAN HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BISNIS
DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
PENGERTIAN SISTEM
Menurut Prof. Sumanti, pengertian sistem adalah sekelompok
bagian-bagian yang bekerja bersama-sama untuk melakukan jujuan. Apabila salah
satu bagian rusak atau tidak dapat menjalankan tugasnya, maka tujuan yang
hendah dicapai tidak akan terpenuhi/tercapai.
Pengertian sistem lainnya adalah sekelompok unsur-unsur atau elemen-elemen yang saling
berkaitan atau terintegrasi dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan
bersama dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Maksudnya adalah
sistem harus mempunyai elemen, lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi
antara elemen dengan lingkungannya, dan yang terpenting adalah sistem
harus mempunyai tujuan yang akan
dicapai. Aktivitas mereka menimbulkan
dokumen yang menghasilkan informasi dokumen.
Contoh : Sistem komputer yang
terdiri dari : software, hardware, brainware.
Terdapat dua kelompok
pendekatan didalam menjelaskan system, yaitu yang merujuk pada prosedurnya dan
yang menitikberatkan kepada elemennya, siapa yang memprosesnya:
1. Definisi sistem yang menekankan pada prosedurnya
Suatu sistem adalah suatu
jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan berkumpul
bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan suatu sasaran
tertentu.
2. Definisi sistem yang menekankan pada elemennya
Komponen-komponen atau
sub-sub sistem dalam suatu system tidak dapat berdiri lepas sendiri-sendiri. Komponen-komponen
atau sub-sub tersebut saling berinteraksi.
KONSEP DASAR SISTEM
Prosedur
adalah serangkaian operasi klerikal (tulis-menulis), yang melibatkan beberapa
orang didalam satu atau lebih departemen yang digunakan untuk menjalin
penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi serta
untuk menyelesaikan suatu kegiatan tertentu. Urutan kegiatan untuk menjelaskan
apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when)
dikerjakan dan bagaimana (how) mengerjakannya.
Komponen atau elemen adalah kumpulan komponen yang saling berkaitan dan bekerjasama untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa
sub-sub sistem dan sub-sub sistem tersebut. Contoh: Sistem akuntansi terdiri
dari: Sub sistem akuntansi penjualan, sub sistem akuntansi pembelian, subsistem
akuntansi penggajian dan sub sistem akuntansi biaya dengan dokumen.
SIFAT DAN KARAKTERISTIK SISTEM
1. Komponen Sistem (Component)
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi atau
berkomunikasi yang artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan.
Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari
sistem setiap sistem tidak peduli betapapun kecilnya selalu mengandung
komponen-komponen. Suatu sistem harus ada komponen-komponen, jika tidak maka
tidak akan terinteraksi.
2. Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem
merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem satu dengan sistem yang
lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem
dipandang sebagai suatu kesatuan karena dengan batas sistem ini fungsi dan
tugas dari subsistem yang satu debngan yang lainnya berbeda tetapi tetap saling
berinteraksi. Batas suatu system menunjukkan ruang lingkup (scope) dari system
tersebut.
3. Lingkungan Luar (environment)
Lingkungan
luar adalah Segala sesuatu diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi
dari sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan atau
merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan harus dipelihara dan dijaga agar
tidak hulang pengaruhnya, sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus
dimusnahkan dikendalikan lainnya agar tidak mengganggu operasi sistem.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung
sistem merupakan media penghubung antara
suatu subsistem dengan subsistem yang lainnya untuk membentuk satu kesatuan,
sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang satub ke subsistem
yang lainnya. Dengan kata lain output dari subsistem akan menjadi input dari
subsistem yang lainnya melalui penghubung.
5. Masukan Sistem (Input)
Merupakan
energy yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa
Masukan Perawatan (Maintenance Input) adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi, sedangkan Masukan Sinyal (Signal Input) adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
Masukan Perawatan (Maintenance Input) adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi, sedangkan Masukan Sinyal (Signal Input) adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
6. Keluaran Sistem (Output)
Merupakan
hasil dari energi yang diolah oleh dan diklasifikasikan oleh sistem menjadi
keluaran yang berguna dan sisa pembuangan
7. Pengelolaan Sistem (Process)
Merupakan
suatu sistem dapat memproses bagian pengelolaan yang akan merubah masukan menjadi
keluaran yang diinginkan. Sistem itu sendiri yang memprosesnya. Contoh : CPU,
bagian produksi yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi.
8. Sasaran Sistem (Objectives) atau Tujuan (Goal)
Suatu sistem
pasti mempunyai sasaran atau tujuan yang mempengaruhi input yang dibutuhkan dan
output yang dihasilkan. Jika sistem tidak mempunyai tujuan dari sasaran maka
operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan
sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan di hasilkan sistem.
Dengan kata lain suatu sistem akan dikatakan berhasil jika mengenai sasaran
atau tujuan dan akan dikatakan berhasil jika pengoperasian sistem itu mengenai
sasaran atau tujuan.
KLASIFIKASI SISTEM
1. Sistem Abstrak dan Fisik
a.
Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa
pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik yaitu merupakan suatu
sistem yang menggambarkan hubungan Tuhan dengan Manusia.
Misalnya: Sistem Agama.
b.
Sistem Fisik adalah sistem yang ada secara
fisik sehingga dapat dilihat.
Misalnya: Perusahaan, Komputer, Sitem
Produksi, Sistem Akuntansi.
2. Sistem Deperministik dan Probabilistik
a.
Sistem Deperministik adalah sistem yang
operasinya dapat diproduksi secara cepat dan dapat diprediksi.
Contoh: Sistem komputer.
b.
Sistem Probabilistik adalah sistem yang tidak
dapat diramal atau diproduksi dengan pasti karena mangandung unsur
probabilitas.
Contoh: Sistem Evapotranspirasi,
Sistem Serapan Hara, Sistem Fotosintesis.
3. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
a.
Sistem Tertutup adalah sistem yang tidak
berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan dan oleh lingkungan. Sistem
yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan. Sistem
ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan pihak luar. Secata
teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang
benar-benar tertutup, yang ada hanyalah secara relatif tertutup, tidak
benar-benar tertutup.
Contoh: Sistem reaksi kimia dalam
tabung reaksi yang terisolasi.
b.
Sistem Terbuka adalah sistem yang
berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan..
4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
a.
Sistem Alamiah adalah sistem yang terjadi
melalui proses alam atau terbentuk melalui proses alami dalam arti tidak dibuat
oleh tangan manusia.
Contoh: Sistem Tata Surya, Sistem
Reproduksi.
b.
Sistem Buatan Manusia adalah sistem yang dibuat dan
dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia
dengan mesin.
Contoh: Sistem computer, Sistem
mobil.
5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks
a.
Sistem
Sederhana adalah sistem yang tidak rumit atau sistem dengan tingkat kerumitan
rendah.
Contoh: Sistem Infiltrasi Tanah.
b. Sistem Kompleks adalah sistem yang rumit
Contoh: Sistem otak manusia, Sistem
komputer, Sistem keseimbangan Hara Essensial dalam Tanah.
SIKLUS INFORMASI
Pengelolaan data menjadi
suatu sistem informasi akuntansi dapat digambarkan sebagai sebuah siklus yang berkesinambungan. Secara
sederhana dapat dikatakan bahwa data diolah menjadi sistem informasi dan pada
tahan selanjutnya sebuah informasi akan menjadi data untuk sebuah informasi
lainnya.
KUALITAS INFORMASI
Informasi merupakan produk
dari komunikasi, tentunya semua orang sebagai penikmat hasil dari komunikasi
menghendaki informasi yang berkualitas sehingga akan memperoleh feedback yang
positif dari sebuah komunikasi. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila
manfaat yang diperoleh lebih berharga dibandingkan biaya untuk mendapatkannya.
Kualitas Suatu Informasi
(Quality Of Information) sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh tiga hal dan
ditambah dua hal lagi yaitu:
1. Akurat (Accurate)
Akurat berarti informasi
harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak bisa atau tidak menyesatkan dan
harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena informasi
yang disampaikan ke penerima informasi kemungkinan banyak gangguan yang dapat
berubah atau merusak informasi tersebut dan pesan yang disampaikan akan berbeda
pula informasinya. Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan
sebuah sistem informasi, yaitu:
·
Kelengkapan
(completeness) Informasi;
·
Kebenaran
(correctness) Informasi; dan
·
Keamanan
(Scurity) informasi.
2. Tepat Waktu (Timeline)
Informasi yang datangnya
terlambat ke penerima informasi, tidak akan mempunyai nilai yang berkualitas baik karena sudah
usang informasinya dan kemudian jika digunakan sebagai acuan dalam pengambilan
suatu keputusan maka dapat menimbulkan kesalahan yang terjadi dalam tindakan
yang diambil.
3. Relevan (Relevance)
Relevan berarti informasi
tersebut mempunyai manfaat yang berkualitas untuk pemakainya.
4. Ekonomis (Economis)
Informasi yang dihasilkan
mempunyai manfaat yang lebihbesar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan
sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan
nilai uang tetapi dapatditaksir nilai efektivitasnya.
5. Mudah
Informasi mudah dipahami dan
mudah diperoleh dari Pilar Kualitas Informasi Data yang merupakan bahan mentah
yang harus diolah melalui suatu model menjadi sebuah informasi. Informasi
bersumber dari data yang akan menghasilkan informasi yang diterima oleh
penerima informasi. Dari situ penerima dapat melakukan pengambilan keputusan
dan berfikir untuk bertindak, dari tindakan tersebut akan menghasilkan hasil
atau profit.
NILAI INFORMASI
Nilai suatu informasi
berhubungan dengan keputusan. Hal ini berarti bahwa bila tidak ada pilihan atau
keputusan informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari
keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang.
Nilai informasi:
·
Menambah
pengetahuan;
·
Menambah
keyakinan; dan
·
Mengubah
keputusan
Nilai suatu informasi dapat
ditentukan berdasarkan sifatnya. Tentang 10 yang dapat menentukan nilai
informasi, yaitu sebagai berikut:
1. Kemudahan dalam memperoleh
Informasi
memperoleh nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah.
Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit
diperoleh.
2. Sifat Luas dan Kelengkapannya
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/cakupan yang luas
dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan secara
baik.
3. Ketelitian (Accurary)
Informasi
mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang
tinggi/akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat karena akan
mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
4. Kecocokan dengan pengguna (Relevance)
Informasi mempunyai
nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan
kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan
keputusan. Isi informasi harus
berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
5. Ketepatan waktu
Informasi mempunyai nilai
yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat.
Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima
atau usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.
6. Kejelasan (Clarity)
Informasi yang
jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi dipengaruhi oleh bentuk
dan format informasi. Sifat ini menunjukan keluaran informasi yang bebas dari
istilah yang tidak jelas.
7. Fleksibilitas atau Keluwesannya
Nilai
informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas
informasi diperlukan oleh para manajer atau pimpinan pada saat pengambilan
keputusan.
8. Dapat Dibuktikan
Nilai
informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan
kebenarannya. Kebenaran informasi tergantung pada validitas dat sumbe yang
diolah.
9. Tidak ada Prasangka
Nilai informasi semakin
sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan
adanya kesalahan informasi dan dapat dibuktikan kebenarannya.
10.
Dapat Diukur
Informasi untuk pengambilan
keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN BISNIS DENGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Organisasi
adalah kumpulan unit kerja atau pengambilan keputusan untuk mewujudkan tujuan.
Sebagai sistem, setiap organisasi menerima masukan-masukan dan mengubah menjadi
keluaran-keluaran dalam bentuk produk atau jasa. Misalnya suatau universitas
menerima masukan-masukan berupa waktu yang dimiliki tenaga pengajar dan para
mahasiswa, dan mengubah masukan-masukan ini menjadi beragam keluaran untuk
tujuan pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Struktur organisasi adalah penggambaran cara-cara yang digunakan oleh manajer untuk
mengarahkan dan mengkoordinasikan suatu kegiatan perusahaan. Bagan organisasi
merupakan diagram, menggambarkan suatu struktur organisasi yang mengandung
kotak yang menunjukkan pusat-pusat peretanggungjawaban seorang manajer dan
garis yang berhubungan dengan pusat-pusat pertanggungjawaban. Dari sudut
pandang sistem informasi, adanya struktur organisasi membantu masyarakat
menjelaskan aliran informasi dalam organisasi.
Struktur organisasi mempengaruhi sistem informasi
akuntansi. Beberapa hubungan yang harus dipahami oleh seorang pembuat sistem
adalah:
1.
Struktur
organisasi menggambarkan arus informasi penting yang dihasilkan oleh sistem informasi
akuntansi. Arus vertikal ini menunjukkan informasi yang diperlukan oleh manajer
untuk menjalankan tugasnya.
2.
Struktur
organisasi menentukan arus horizontal data transaksi yang harus ditangani oleh
sistem informasi akuntansi.
Pemakai informasi akuntansi
dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu ekstern dan intern. Pemakai
ekstern mencangkup pemegang saham, investor, pemerintah, kreditor, pemasok,
pesaing, serikat pekerja, pelanggan, dan masyarakat secara keseluruhan.
Pemakai intern terutama para
manajer, kebutuhannya bervariasi tergantung pada tingkatannya di dalam
organisasi atau terhadap fungsi yang mereka jalankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar